By tRy Setiawati Rahayu, SKom

Ciri-Ciri Cewek Baik-Baik


n100000161647308_71481

1. Lemah-lembut
Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepada teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada
keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.

2. Hemat
Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang
hemat, pelit, atau hura-hura?

3. Perhatian
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus.
Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah.
Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan
bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan
kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?

4. Penyabar
Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu
datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik?
Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu
akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan
dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu,
berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman
buruk.

5. Sederhana
Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka
memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak
sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya
dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak
bagus untuk para Cowok.

6. Jaga kecantikan
Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu
Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang
berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan
sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini
yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya
di saat dan tempat yang benar.

7. Dewasa dan bijaksana
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan
membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

8. Taat beragama
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga
menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena
terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama
menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni.

9. Keibuan
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur,
dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi
istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.

10. Tabah menderita dan mau bekerja keras
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah
terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya
tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang
tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia.

Mau Bahagia ??


how_to_convert_to_islam_and_become_a_muslim_001
Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain.
Sebab, hidup bagaikan lukisan:
Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun,
lihatlah di bawah sinar yang terang,
bukan di tempat yang tertutup dan gelap
sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan.
Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya,
kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain.
Air yang tak mengalir tidak berkembang.
Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka.
Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu,
semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan
dalam pengetahuan Anda.
Mengapa bebek disebut “bodoh”? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.

Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati:
memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda.
Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda.
Kita semua adalah ciptaan TUHAN yang satu.

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain,
sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong.
Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi.
Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu.
Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya
tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.

Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang,
dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “Aku bebas dalam diriku”.

Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia.
Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku.
Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.

Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya;
nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya.
Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama.
Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup.
Hati laksana pintu sebuah rumah.
Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang;
lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri;
lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran
dalam perkara-perkara! yang tidak prinsipiil.

Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.

Rasakan apa yang dikatakannya.

Menangislah karena Allah


Allah menghendaki kehidupan manusia senantiasa mengalami berbagai perubahan antara senang dan sedih, suka dan duka, sehat dan sakit. Sebagaimana biasa mengalami lapang dan sempit, harap dan takut, tertawa dan menangis. Semua ini adalah aturan Allah yang sangat bermanfaat bagi setiap mukmin demi meningkatkan ketakwaan.

Dan akan menjadi bencana bagi yang tidak beriman, karena dia tidak sadar bahwa
semua itu adalah bekal yang sangat bermanfaat bagi peningkatan derajat dalam kehidupan. Karena itu, dalam menyikapi semua kondisi yang dihadapi ini manusia tidak terlepas dari salah satu dianatara dua nilai, yaitu positif dan negatif atau benar dan salah, baik menurut pandangan manusia atau pun pandangan Yang Maha Kuasa.

Seseorang dapat meingkatkan keimanannya dengan menjalin ukhuwwh Islamiyah yang sering dihiasi dengan senyuman dan juga dapat meningkatkan taqarrub kepada
Rabbnya dengan sering mengis karena menyadari akan kelalaian dalam melaksanakan kewjiban dimasa lalu, dan menangis karena takut akan kekeliruan dalam memhami dan salah mengamalkan ajaran Ilahi yang mesti ditatinya demi leselamatan dan kemaslahatn dimasa mendatang.

Manangis adalah akhlaq para nabi dan kebiasaan para shalihin. Namun tentu bukan sekedar menangis, melainkan menangis yang membuktikan penghambaan diri yang muncul dari kesadaran yang sangat mendalam.

Sadar bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah yang selalu memerlukan pertolongan; hamba yang menyadari sering lalai terhadap aturan-Nya; hamba yang sangat bodoh tapi sring menyombongkan diri dengan ilmu yang sangat sedikit; hamba yang tidak memiliki apa-apa tapi berlaga sombonga seakan-akan apa yang ada dalam dirinya adalah miliknya; sungguh semua yang ada pada diri seorang hamba baik berupa jasad kesehatan, harta, jabatan atau lainnya, semua itu adalah amanat yang mesti dipelihara dengan menggunakannya sesuai fungsinya dan mesti dipertanggungjawabakan pada saat yang tidak lama lagi akan tiba.

Para nabi menangis karena melihat ummat yang sedang mendertia kebejadan akhlaq dan penyimpangan aqidah serta kerusakan pemahaman terhadap syari’ah yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Para ualama sering menangis karena khawatir tidak dapat melanjutkan perjuangan Rasul akibat beratnya tantangan dan kurangnya kemampuan serta meluasnya kema’siatan.

Bila dibacakan kepada mereka ayat Allah yang berisi perintah, mereka menyadari belum dapat melaksanakan perintah sebagaimana mestinya. Sebaliknya bila dibacakan ayat yang mngandung larangan, mereka selalu ingat akan semua perbuatan yang menurut pandangan manusia tidak termasuk pelanggaran, padahal boleh jadi, tanpa disadari, dihadapan Allah sering sekali melakukan pelanggaran.

Bila dibacakan ayat-ayat tentang kenikmatan surga, terbayanglah orang lain sedang menikmatinya, sementara dirinya sedang dalam penderitaan menonton dari kejauhan apa yang dinikmati ahli surga, karena menyadari belum beramal sebagaimana mestinya yang memenuhi kriteria untuk menjadai mauttaqiin shalihin.

Bila sudah melaksanakan sebagain perintah-Nya, mereka yakin bahwa tiada yang dapat mengetahui apakah amalnya memenuhi syarat diterma Allah ataukah tidak. Dan bila bertaubat, dari mana diketahui bahwa taubatnya memenuhi syarat untuk diterima dihadapan Allah.

Semakin tinggi ketakwaan seseorang maka semakin mudah baginya mengetahui kesalahan dan kelalian dirinya dan semakin menyadari bahwa dirinya masih jauh untuk mencapai tingkat muttaqin.

Karenanya ketakutan kepada Allah akan semakin meningkat, demikian pula harapan akan ampunan semakin bertambah. Wallahu ‘alam.

Ibu Ayah


Jangan sakiti hati ibu ayah
Jangan kecewakan mereka
Tak guna kejayaan dunia
Tanpa keridhoan mereka

Tak mampu untuk membalas
Pengorbanan dan jasa mereka
Walau hartamu setinggi gunung
Walaupun engkau pemimpin dunia

Hidup kita diajang celaka
Jika terluka mereka
Sebab dada menahan derita
Kita dimusuhi Allah
Selama tiada ridho mereka

Siapa pun ibu ayah kita
Si jahil atau si miskin
Sanjungi dan muliakan mereka
Hidup kan aman sejahtera

Doa Ketika Jatuh Cinta


Allahu Rabbi, aku minta izin
Ketika suatu saat nanti aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya engkau
Allahu Rabbi, aku punya pinta
Ketika suatu saat nanti aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi, izinkanlah
Ketika suatu saat nanti aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan cinta-Mu
Dan membuatku semakin mengagumimu
Allahu Rabbi
Ketika suatu saat nanti aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi, pintaku yang terakhir
Ketika suatu saat nanti aku jatuh cinta
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amiiinnn…….

Kasih Ayahanda


Pagi yang indah… di bulan Mei
Dikala ummat terlelap dalam tidurnya
Menunaikan sholat shubuh
Untuk mendapatkan berkah rahmat
Kebahagiaan pada harinya

Kami,
Bersaudarakan sembilan
Telah dihadapkan kedalam sanubari kami
sentakan, jeritan……………dengan rasa penyesalan
Kehilangan……….
Ayahanda Terkasih…….yang berpulang ke Rahmatullah

Hati kami luluh……..bercampur sendu
Terkenang masa kecil……dahulu
Kami dibuai………dengan kasih sayangmu
Dengan senandung……..bagaikan………buluh perindu

Badai, Tautan, Gemuruh telah terlalui bersama
Tiada akan kami bisa bertahan tanpa dirimu
Perlindungan dan haluan kami
Dirimu, Ayahanda
Yang menegarkan jiwa raga kami…….

Cobaan derita dan kesulitan
Telah tegar kau alami
Untuk membesarkan kami
Dengan belaian kasih sayangmu
Cinta, perhatian dan seluruh tenagamu

Sekarang ini,
Di keduabelas tahun kepergian dirimu
Akan selalu tetap dapat menjalani cobaan ini,
Cobaan yang tidak akan pernah kami lupakan
Sampai hembusan terakhir kami yang tersisa

Kami,
Tidak akan pernah dapat menyelesaikan
Susunan kata hanya untuk sebaris kalimat
Yang dapat mencerminkan rasa kasih
Kasih cintanya sepanjang masa

Ayahanda,
Disaat pandangan tak bisa dipusatkan
Hatiku tetap dapat merasakan
Kehangatan dan keberadaan dirimu
Di masing-masing hati kami, dilubuk yang terdalam

Penyesalan yang tertinggal,
Membalas setiap detik perhatian dirimu
Belum dan tidak akan pernah tercukupi
Hanya doa
Dan penghayatan dari ajaranmu
Yang dapat menebus semuanya

Hanya kepada Allah kami panjatkan doa
Semoga kau limpahkan rahmat dan pahala

Kepada Ayahanda
Seorang Ayah yang telah menunaikan kewajiban
Membesarkan, membimbing, membina, mengajari
Dan melindungi titipanMu Ya Allah
Amanah Illahi telah ditunaikan
Disepanjang dan selama hidupnya

Harapan kami, untuk membalas kerinduan kami
Dapat bertemu kembali
Berkumpul bersama
Bersama Ayahanda kami,
Dibawah naunganMu Ya Allah

Aku dan Masa Depan


(Waktu SMP, sy mencoba nulis tentang ini)

Saya anak tuna rungu, saya sekolah di SDLB Tuna Rungu Santi Rama 1/Pagi Jakarta Selatan. Setelah lulus dari sekolah SDLB Santi Rama 1 saya diperbolehkan untuk melanjutkan masuk sekolah SMP (normal) karena saya dianggap mampu. Sekarang saya sudah duduk di kelas 2 (dua) SMP Negeri 2 Ciawi Bogor. Memang banyak sekali kendalanya karena keadaan fisik saya yang tuna rungu, seperti misalnya kalau guru sedang menerangkan sedangkan saya tidak mendengar maka saya akan minta penjelasan pada teman ssebangku saya. Banyak juga teman-teman saya yang tidak mengerti atau kurang memahami akan maksud dari pembicaraan saya, tetapi mereka lama-lama mengerti juga apa yang saya ucapkan, dan saya selalu berusaha untuk mengimbangi anak-anak normal.

Sebetulnya saya dulu mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang pramugari. Tetapi saya takut akan ketinggian dan akibatnya seperti kapal terbakar atau jatuh. Maka dari itu saya berubah pikiran sehingga saya mempunyai cita-cita yang lain ingin menjadi seorang programmer. Mengapa saya berpikiran untuk jadi programmer? Mengingat keadaan fisik saya yang tidak memungkinkan untuk jadi pramugari itu menjadi salah satu alasannya selain itu setelah dipikir-pikir jadi seorang programmer lebih berharga dan lebih berguna bagi masa depan saya. Untuk itu mulai dari sekarang saya sudah mulai kursus komputer dan kursus bahasa Inggris. Sekalipun saya ini hanya seorang tuna rungu saya ingin sekali menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa sama seperti mereka yang normal. Saya ingin terus sekolah sampai perguruan tinggi untuk mempermudah mencapai semua hasrat dan keinginan saya tersebut. Sebetulnya di sekolah saya banyak kegiatan seperti perlombaan peragaan busana dan lain-lainnya. Tapi saya kurang berminat untuk mengikutinya, kalau lomba mengarang baru saya mau karena keadaan saya tidak berpengaruh. Kalau kegiatan lainnya saya tidak bisa mengikutinya karena saya sadar dengan keadaan saya yang tuna rungu, tapi saya pun tak ingn kalah dengan anak-anak normal dan saya ingin membuktikannya.

Untuk membuktikkannya maka saya harus belajar dengan sungguh-sungguh. Saya pernah membayangkan sedang mendaki gunung yang sangat tinggi, namun saya ingin mencapai puncaknya dan dengan berbagai cara saya mencoba memulai mendaki, dan ternyata sedikit demi sedikit saya mampu mencapainya. Kalau puncak gunung itu sudah dapat kudaki maka semua impian saya sudah terpenuhi.

Sekarang ini yang sedang saya inginkan adalah mempunyai sebuah komputer tapi dari mana semua itu ku dapatkan kalau uang saja saya tidak punya. Dan seandainya saja dengan ikut lomba mengarang ini saya bisa mendapatkan uang untuk membeli komputer. Mama saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar cita-cita saya terkabulkan. Dan tak lupa walaupun dengan doa kita tetap harus berusaha dengan semaksimal mungkin. Saya bertekad dengan cara apapun harus bisa mewujudkan impian saya. Saya selalu berdoa agar cita-cita saya tercapai dengan gemilang, untuk itu saya selalu giat belajar dan selalu mengikuti apa yang dikehendaki orang tua saya. Banyak orang yang bilang kalau cita-cita saya terlalu tinggi, dan mereka meremehkan kemampuan yang saya miliki. Setiap makhluk yang diciptakan oleh Allah pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan kita harus berusaha untuk menutupi kekurangan kita tersebut dengan berbagai cara.

Kita jangan terbawa emosi dan mudah putus asa dengan kekurangan yang ada pada diri kita. Banyak orang nganggur dan tidak punya pekerjaan yang tetap karena hanya mengandalkan sesuatu dari orang lain tanpa mau merasa capek. Saya tidak ingin kekurangan yang ada pada diri saya menjadi menimbulkan rasa belas kasihan orang. Saya ingin hidup normal seperti orang lain bukan hidup dari belas kasih orang. Sebenarnya keinginan saya melebihi keinginan anak-anak normal seusia saya, mungkin karena mereka merasa mampu sehingga menyepelekan kemampuan yang mereka miliki. Entah mengapa orang yang diberi fisik yang normal justru tidak mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk berkarya ataupun mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang berguna. Mengapa mereka cepat merasa puas dan lebih senang memilih bertopang dagu dan berpangku tangan daripada mencari berbagai macam kesibukan yang bersifat positif.

Saya sudah berusaha dengan semaksimal miungkin untuk membuktikan kemampuan saya agar saya bisa sebanding dengan anak sebaya saya, dan kepada orang-orang sekeliling saya selalu berusaha bertanya bila ada sesuatu yang saya ingin ketahui. Apapun akan saya lakukan untuk bisa menambah wawasan saya karena perjalanan saya masih panjang. Dengan mengarang inipun saya berharap bisa memenuhi keinginan dan harapan saya untuk menuju masa depan yang cerah yaitu dengan keberhasilan saya menjadi keinginanku terkabul.

Allah adalah Penolong Terbaik


Pray

Kemiskinan dan keterbatasan bukan penghalang bagiku untuk meraih cita-cita. Semangat, ketekunan, dan doa adalah senjata untuk mewujudkan mimpi.

Dilahirkan di keluarga dengan ekonomi kurang tidak selalu menjadi alasan terhambatnya segala keinginan. Orang tuaku berlatar pendidikan terbatas, bapakku tamat sekolah Belanda di Bandung semasa waktu perang (sy kurang mengerti sekolahnya), sedangkan ibuku SD saja tidak tamat. Meskipun keadaan ekonomi yang serba pas-pasan, namun itu tidak mengoyahkan niat kedua orang tuaku untuk menyekolahkan anaknya. Layaknya harapan orang tua pada umumnya mereka berharap sy bisa bernasib lebih dari mereka di kemudian hari. Orang bijak mengatakan “mengangkat derajat orang tua”. Karena sy anak semata wayang, tidak aneh bila permintaanku selalu dituruti terutama oleh bapakku. Namun hal itu tidak membuatku jadi anak manja dan cengeng. Sy bahkan dibiasakan untuk mandiri sejak kecil dan tidak tergantung pada orang lain.

Sejak duduk di bangku SDLB, sy selalu berprestasi. Peringkatku teratas selalu mendapat 3 besar di kelas adalah langanan tetapku. Prestasi itulah yang memudahkanku untuk masuk SMP dan SMA umum.

Ketika sy memasuki ujian EBTANAS, kenyataan yang pahit dalam hidup kembali harus kuterima. Bapakku pergi untuk selama-lamanya akibat koma selama 2 Minggu. Penyakit itu menjangkitinya karena selain pekerjaan bapak yang senatiasa berhubungan dengan alat-alat berat, bapakku seorang kakek sudah tua. Sebelum koma, bapakku sempat memberi pesan “Tri, kamu rajin belajar ya, gak usah memikirkan bapak. Berjuanglah meraih cita-cita yang kamu inginkan ya…” Akhirnya sy turut dan sempat peluk bapakku yang terakhir selama dirawat di RS Paviliun. Sy gak tahu kalau Allah memanggil bapakku pulang ke Rahmatulloh. Hingga saat ini masih segar dalam ingatanku akan pesan terakhir bapakku yang disampaikanya beberapa hari sebelum beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir, agar sy segera mengenakan jilbab.

Kepergian bapakku tentunya merupakan pukulan berat bagi keluargaku. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang tak pandai mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Harapanku nyaris pupus untuk bisa melanjutkan pendidikan. Namun sy berserah diri sepenuhnya pada Allah. Dalam hatiku, sy menyakini bahwa Allah tak akan memberikan cobaan yang tak mampu ditanggung oleh hamba-Nya. Keyakinan itulah yang membuat ibuku dan sy optimis untuk menjalani hari-hari tanpa kehadiran bapakku. Akhirnya selang 7 hari setelah bapakku meninggal, ibuku mendapat kepercayaan mendidik sy.

Setelah bapakku meninggalkan, ibuku ajak pindah ke desa yang berasal tempat kelahiran ibuku dan sy. Sy gak mampu memasuki sekolah SLTPLB SR III dan rela meninggalkan teman-temanku yang baik padaku. Sy pilih melanjutkan sekolah umum dengan keinginanku sendiri tanpa ada paksaan. Ibuku senang dan bangga punya anak memiliki percaya diri tinggi dan gak minder… Sy memasuki sekolah SLTPN 2 Ciawi dengan biaya murah sekali. Sy rajin menabung yang sisanya dari hasil jajan sekolah untuk membantu membiaya sekolah sendiri.

Yang bersekolah di sana, sy satu-satu anak cacat tuna rungu dan rata-rata adalah anak orang kampung, tapi itu gak membuatku minder untuk bergaul dengan mereka. Prinsipku, tujuan utamaku di sekolah adalah belajar. Alhamdulillah, selalu ada kemudahan-kemudahan yang kuperoleh. Sy selalu mendapat peringkat 10 besar dari 45 murid per kelas. Tetapi tidak jarang ada pula orang-orang di sekitarku yang mengejekku dan menudingku bahwa orang cacat gak pantas masuk sekolah unggulan. Tudingan dan ejekan itu sudah biasa singgah di telingaku, namun hatiku tak pernah memperdulikannya.

Alhamdulillah, sy bisa lulus dari sekolah SMP dan melanjutkan SMA yang favorit. Namun gagal masuk sekolah SMAN 1 Ciawi karena nilainya kurang, mendingan sy memasuki sekolah swasta adalah SMA YZA 1 Bogor. Waktu bergulir tanpa terasa. Tak kusangka sy mendapat prestasi beasiswa di SMA dan bisa meringankan biaya sekolah. Ibuku sayang banget sy dan ibuku punya nekat untuk meneruskan sy kuliah. Jika kelak tabunganku sudah berkumpul, sy akan melanjutkan kuliah. Ketika kelas 2 SMA, sy mantap menggenakan jilbab dengan kemauan sy sendiri tanpa ada paksaan sebelum ibuku berjibab. Sy belajar agama Islam bersama ibu Tri Wanti di SR untuk mengembangkan ilmu Islami. Tak terasa waktu kemudian, Alhamdulillah sy lulus SMA dengan prestasi baik. Semasa SMA, sy mengikuti seleksi ujian kuliah satu-satu di Gunadarma. Setelah lulus, sy punya niat untuk mengikuti SPMB di UI dan IPB. Namun gagal lolos, tak kusangka sy mendapat banyak brosur dan beasiswa yang dikirim lewat pos dari UNIKOM (Universitas Ilmu Komputer), Gunadarma, STTI (Sekolah Tinggi Telemantika Informasi), STIKOM (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer) dan Univeristas … di Malang (sy lupa namanya Universitas). Setelah menerima surat penerimaan beasiswa, sy sempat bingung dan bimbang karena selain tidak ada biaya, berarti sy juga harus pergi ke luar kota dan meninggalkan ibuku sendirian. Sebelum mendaftar, sy melaksanakan shalat Istikharah dan meminta petunjuk pada Allah, langkah apa harus kutempuh, memilih kuliah yang memudahkanku belajar pelajaran yang tinggi sampai mendapat gelar sarjana. Kakak-kakak membantu mencari informasi kampus tersebut yang sy terima surat. Ternyata kampus tersebut kurang bagus bagiku. Sy meminta ijin untuk mendaftar di UNIKOM tapi ibuku gak mampu membiaya di sana apalagi gak rela sy jauh-jauh, banyak pertimbangan yang memberatkan selain faktor biaya. Di sana harus ada membiaya kost, membeli makanan, membayar semesteran dan ongkos kuliah. Akhirnya sy turut dan tetap nekat untuk melanjutkan di Gunadarma, bagiku sayang melewatkan kesempatan tersebut karena jurusan yang tersedia memang jurusan yang kuminati untuk memperdalami ilmu teknologi informasi di dunia komputer yang tercanggih. Kuambil kampus dan jurusan tersebut apapun resikonya. Sy berdoa dan pasrah pada Allah agar sy senantiasa diberikan kemudahan. Kuliah jauh dari keluarga dan tak seorang pun kerabat (ibuku), membuatku berjuang melakukan pekerjaan apapun untuk bertahan hidup. Untuk menghilangkan kejenuhan dan mengisi waktu luang sy membuat kerajinan tas, gantungan dll dengan manik-manik dan membantu menjual kerudung/jilbab bersama bibiku. Kadang sy dipanggil membantu membuat laporan di RS MMC bersama ua sy (BOS). Hasil dari rejeki, Alhamdulillah bisa membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah, hingga sy tak lagi membebani ibuku. Namun kadang susah mendapat rejeki, sy memberanikan pinjam uang kepada seorang sahabat yang percaya sama sy. Pinjamannya gak lama kok, sebentar. Sy gak suka mengingkar janji maupun menipu sama sahabatku sendiri… Tak kusangka, ibuku mendapat pekerjaan di Jakarta untuk membiaya kuliah sy dan kakak Jakarta kadang membantu sy juga. Tak lupa, sy kembali hutang sy sama sahabatku. Sy benar-benar bersyukur atas karunia Allah yang selalu memudahkan langkahku. Terima kasih banget sama sahabatku sendiri yang membantu sy selama ini.

Tanpa terasa waktu demi waktu kuliah berlalu tanpa rintangan yang memberatkan. Sy merasa sangat bahagia dan bersyukur, Alhamdulillah sekarang sy sudah lulus sarjana komputer meski orang tuaku tidak mengeyam pendidikan tinggi.

Allah memberi sy lahir ke dunia nyata dengan cacat tuna rungu dari rahim ibuku, sy sangat bersyukur punya kelebihan juga. Ketika sy punya akal dan rohani Islami, sy wajib membalas kebaikan buat orang yang kucintai adalah seorang ibuku dan juga Allah SWT. Sy ingat, ibuku bilang “sekarang ibu sudah tua dan lemah tapi berjuang demi sy untuk meneruskan kuliah sampai lulus dan mendapat gelar sarjana. Kalau sy sudah kerja, ibu berhenti kerja dan mau istirahat di rumah.”

Akhirnya sy nangis,,,,

My Love to Moslem


True Love Buatku…
Sesuatu yang indah banget pokoknya kalau sudah nemuin true love, hidup itu indah banget, bahagia, tentram, gak ada penyesalan. Yang patut dijadikan true love hanya Allah, soalnya Dia yang sudah ngasih semuanya. Lebih mendekatkan diri, lebih khusuk dalam menjalankan perintah-Nya. Yang penting sy cinta sama Allah, menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran-ajaran yang ada dalam Al-Quran.

Kisah Cintaku…
Pasangan antara Nabi Muhammad dan Aisyah, soalnya ilmu nabi banyak yang diserap Aisyah, terus Aisyah juga bisa mengamalkan ilmu yang diberikan Nabi. Mereka saling mengerti, berbagi, serta memahami satu sama lain.

Bunga-bunga Cintaku…
Dalam diriku : Anugerah yang sudah diberi Allah SWT untuk semua umat manusia khususnya makhluk hidup. Sesuatu yang benar-benar berbeda, ketulusan yang benar-benar tanpa pamrih, kagum, suka, tingkat tertinggi dari rasa suka, ketulusan dari dasar hati tanpa kebohongan.
Untuk orang tuaku : Cinta yang selamanya gak akan pernah mati, kasih ibu sepanjang masa, karena 9 bulan kita di perut ibu, semuanya ibu yang tanggung jawab tapi gak pernah mengeluh. Jadi, kita harus membalasnya. Cinta kita menghargai kasih sayang kita yang tidak terbayarkan kepada orang tua, cinta yang tidak tergantikan oleh orang lain, soalnya mereka juga telah berperan dalam hidup.
Untuk saudara seiman : Untuk menjaga tali silaturahmi, saling mengasihi harus mencintai antar sesama saudara muslim. Agar ukhuwah Islam tetap terjaga. Karena dimana-mana orang yang cinta selalu ingin bertemu, yang paling penting jaga komunikasi aja.
Untuk Allah SWT : Cinta yang besar dan ketulusan dari dasar hati terhadap Sang Khalik, bisa dimaknai dari kita beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengingat Allah dimanapun kita berada. Cinta yang kekal abadi selama-lamanya, cinta secara vertikal yang artinya cinta hakiki, gak ada batasan sampai kapanpun. Cinta sama manusia berbatas tapi kalau sama Allah SWT gak ada batasan. Allah gak pernah menyakiti hambaNya, sedangkan kita selalu menyakiti Allah dengan berbuat salah dan dosa, tapi Allah selalu mau memaafkan kita.

Masuk Surga dan Masuk Neraka karena Seekor Lalat


IMAM THARIQ bin Syihab pernah dalam majelis pengajiannya, “Ada orang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada pula yang masuk neraka karena seekor lalat.”
Tak ayal, kaum Muslimin yang hadir dalam pengajian itu terperanjat mendengar perkataan Imam Thariq bin Syihab. Mereka penasaran.
“Bagaimana hal itu bisa terjadi?” tanya mereka serempak.
Lalu Imam Thariq bin Syihab menuturkan sebuah kisah indah, “Ada dua orang melakukan pengembaraan. Suatu hari, mereka memasuki daerah yang didiami oleh sebuah kaum yang menyembah berhala. Kaum itu memiliki daerah mereka, harus memberikan korban sebagai sesembahan untuk berhala itu. Jika tidak mau memberikan korban, maka mereka tidak akan dibiarkan keluar dari daerah itu dalam keadaan hidup.
Dua orang itu pun mengalami hal yang sama. Mereka harus memberikan sesembahan pada berhala. Lelaki pertama sangat takut pada kematian. Karena dia tidak memiliki apa-apa, akhirnya dia menangkap seekor lalat dan memberikannya kepada berhala itu sebagai sesembahan.
Sedangkan lelaki yang kedua, tetap teguh memegang akidahnya. Dia tidak mau berkorban untuk berhala itu, meskipun dengan seekor lalat. Dia memilih untuk taat pada ajaran agamanya; berkorban hanya boleh dilakukan jika sesuai dengan syariat, yaitu kurban Idul Adha yang dilakukan ikhlas karena Allah. Sedangkan memberikan sesembahan pada berhala, meskipun hanya dengan seekor lalat adalah perbuatan menyekutukan Allah. Itu adalah dosa paling besar. Akhirnya, dia dibunuh. Dia mati syahid mempertahankan akidahnya dan masuk surga.
Adapun lelaki yang satunya, akhirnya meneruskan perjalanan. Namun naas, baru berjalan beberapa puluh langkah, di tengah padang pasir dia digigit ular berbisa dan akhirnya mati. Namun, dia mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah). Dia masuk neraka karena menyekutukan Allah, drngan mempersembahkan seekor lalat pada berhala.